by VALSZE
Memuat data dari server...
Top

Persimpangan Kenangan

Persimpangan Kenangan

Orang bilang, melupakan adalah soal pilihan dan waktu. Mungkin itu benar, tapi rasanya kemewahan itu hanya dimiliki oleh mereka yang memilih untuk pergi. Bagi mereka, dunia baru telah menanti, lembaran baru sudah terbuka, dan masa lalu bisa ditutup rapat-rapat.

Tapi bagaimana dengan yang ditinggalkan?

Akan sangat mudah melupakan seseorang ketika kamu meninggalkan mereka. Tetapi sangatlah menyakitkan ketika kamu ditinggalkan dan tidak punya pilihan selain tinggal di tempat kamu biasa bepergian dan berpetualang bersamanya.

Tidak ada yang berubah di kota ini. Semuanya masih sama. Justru itu yang membuatnya semakin berat.

Aku masih mengendarai mobil yang sama. Setiap kali aku memegang kemudi, rasanya aku masih bisa mendengar tawamu di kursi penumpang. Playlist yang kita buat bersama masih tersimpan, tapi aku tidak punya keberanian untuk memutarnya. Bepergian sendirian di dalam kendaraan yang penuh kenangan berdua terasa seperti sebuah ironi yang kejam.

Setiap sudut kota selalu mengingatkanku akan dirimu.

Jalanan yang dulu kita lalui sambil bercerita tanpa henti, cafe di tikungan tempat kita mencoba fake Black Forest, bahkan rak minimarket tempat kita memilih snack dan kopi. Semua tempat itu bukan lagi sekadar lokasi di peta; mereka adalah museum kecil yang menyimpan jejak langkah dan tawa kita. Aku tidak bisa menghindarinya. Aku harus melewatinya setiap hari, dan setiap kali pula, sepotong kenangan itu kembali menyapa.

Akan sampai kapan?

Pertanyaan itu selalu muncul di malam hari, ketika kota mulai sepi dan aku sendirian dengan pikiranku. Akan sampai kapan rasa sakit ini terasa begitu segar? Sampai kapan bayanganmu akan terus duduk di sebelahku saat aku mengemudi?

Aku sendiri tidak tahu.

Mungkin, untuk saat ini, aku hanya harus belajar bagaimana caranya tetap melaju, sendirian, di kota yang penuh dengan bayanganmu.