by VALSZE
Memuat data dari server...
Top

Being Used?

Being Used?

Girl, pelan-pelan saja, ya. Jangan terlalu keras pada dirimu sendiri hanya karena hati ini sempat salah menaruh harap. Mungkin memang dia bukan orang yang dikirim untuk tinggal, hanya untuk lewat sebentar dan mengetuk sebentar jendelamu.​

Sedihmu, senangmu, dan dia, anggap saja seperti tamu yang singgah di ruang tamu kecil dalam dirimu. Sambut dengan sopan, dudukkan sejenak, lalu antar sampai pintu ketika mereka harus pergi, meski langkahmu gemetar. Jangan memaksa siapa pun menetap di rumah yang bahkan belum sempat kamu rapikan untuk dirimu sendiri.​

Tidak semua tamu manis, beberapa di antaranya datang dengan tangan kosong dan meninggalkan pecahan gelas di lantai yang harus kamu sapu sendiri. Tapi begitulah jalan hidup; ada yang singgah untuk mengajarkan lembutnya pelukan, ada yang datang hanya untuk menunjukkan betapa rapuhnya dadamu ketika dikhianati. Yang penting, jangan berhenti jadi orang baik, meski dunia berkali-kali membuatmu ragu pada kebaikanmu sendiri.​

Percayalah, perasaan yang kamu bawa sekarang bukan sesuatu yang asing; luka itu dikenali banyak hati, termasuk hatiku yang pernah terseret di tempat yang sama. Tidak ada yang menuntutmu segera berdiri tegak dalam satu atau dua bulan, karena beberapa patah hati butuh waktu lebih lama daripada yang berani kita akui. Kamu tidak benar-benar sembuh; kamu hanya belajar berjalan lagi sambil memeluk sakitmu seperti bekas luka yang tak lagi kamu sembunyikan dari cermin.​

Suatu hari nanti, entah kapan, akan ada seseorang yang duduk di sampingmu tanpa takut menyentuh bagian-bagian yang retak itu. Dia tidak akan meminta lukamu hilang, dia hanya akan memegang tanganmu erat-erat dan berkata, “Tetaplah di sini, dengan segala riwayatmu.” Dan saat itu tiba, kamu akan mengerti bahwa rasa sakit hari ini hanyalah pintu panjang yang harus kamu lewati sebelum akhirnya menemukan rumah yang mau menerimamu apa adanya.”