Awal yang Baik dengan Sajian Nusantara yang Sehat
Awal tahun sering dijadikan momentum untuk memulai kebiasaan yang lebih baik. Di tengah berbagai resolusi, seperti rutin berolahraga, bangun lebih pagi, atau mengurangi konsumsi gula, langkah sederhana yang bisa dilakukan yaitu kembali mengonsumsi makanan sehat.
Hidup sehat sering kali diidentikkan dengan harga tinggi, tapi sejatinya, makanan sehat bisa didapat tanpa merogoh kocek dalam-dalam. Banyak juga makanan sehat bergizi yang bisa ditemukan dengan harga terjangkau-salah satunya lewat ragam makanan Nusantara yang sejak lama akrab di meja makan kita.
Indonesia dikenal memiliki tradisi kuliner yang kaya, banyak di antaranya menggunakan bahan-bahan segar, proses memasak yang sederhana, dan rasa yang bersandar pada alam. Tidak harus mahal atau rumit; cukup memanfaatkan bahan dan bumbu yang ada di dapur, kita sudah bisa menikmati hidangan yang menyehatkan sekaligus mengenyangkan.
Dalam khazanah kuliner Nusantara ada sejumlah hidangan yang sejak lama merepresentasikan kesederhanaan itu, salah satunya gado-gado. Hidangan ini selalu muncul di urutan teratas saat kita berbicara soal makanan sederhana yang menyehatkan. Kesegaran sayuran serta bumbu kacang yang legit sedikit pedas memiliki daya tarik tersendiri.

Gado-gado menghadirkan sayuran rebus yang masih mempertahankan tekstur-bayam yang lembut, kacang panjang yang renyah, tauge segar, hingga kol yang ringan. Ada juga yang menambahkannya dengan tahu, tempe, atau kentang sesuai selera masing-masing. Sementara itu campuran bumbu kacang yang gurih dan sedikit manis memberi lapisan rasa tanpa menghilangkan kesegaran sayurnya. Rendah minyak, kaya serat, dan mudah dibuat, benar-benar cocok untuk Anda yang ingin memulai tahun dengan makan lebih bersih. Meski sederhana, menikmati sepiring gado-gado tak pernah terasa membosankan.
Pilihan berikutnya, kita beranjak ke sajian hangat yang tak kalah menyehatkan, yaitu pindang serani Jepara. Hidangan ini menggunakan ikan sebagai bahan utama yang dimasak dalam kuah bening, diracik dari jahe, serai, dan belimbing wuluh. Rasa asamnya ringan dan menyegarkan, sementara tekstur ikan yang lembut memberikan sensasi bersih di lidah. Tambahan potongan tomat, daun kemangi, dan cabai rawit merah semakin memperkaya kelezatan hidangan ini.

Hidangan ini biasanya menggunakan pilihan ikan laut segar, seperti kakap putih, bandeng, kembung, hingga kerapu. Dengan proses memasak yang sederhana dan hampir tanpa minyak, kandungan nutrisi ikan pun tetap terjaga-termasuk omega-3 yang baik untuk jantung. Pindang serani juga menjadi contoh bahwa masakan tradisional kita tidak kalah “clean eating” dibanding tren kuliner sehat modern.
Jika ingin menu sehat yang lebih mengenyangkan, tetapi tetap sarat nutrisi, bubur Manado, atau dikenal sebagai tinutuan, menjadi pilihan terbaik. Hidangan ini seperti rangkuman hasil bumi Sulawesi Utara yang melimpah. Ada labu kuning yang memberi rasa manis; singkong dan jagung yang menambah tekstur serta karbohidrat kompleks; bayam, kangkung, dan daun gedi juga melengkapi vitamin dan serat yang melimpah.

Sementara itu, tambahan daun kemangi untuk aroma segar yang khas. Hasilnya, bubur yang kaya rasa, tetapi tetap terasa ringan. Makin mantap dinikmati dengan sambal ulek. Cocok disantap untuk sarapan atau makan malam sederhana di awal tahun ketika tubuh membutuhkan sesuatu yang hangat, tetapı tidak membebanı. Bubur Manado bisa jadi pilihan makanan sehat tanpa membuat kita merasa sedang “diet“
Dari Sulawesi kita bergerak ke Maluku Utara, khususnya Ternate. Di sini, gohu ikan menawarkan pandangan baru tentang makanan sehat: segar, sederhana, dan minim proses. Hidangan ini sering disebut sebagai “sashimi Ternate” karena menyajikan potongan ikan mentah segar mirip dengan sashimi Jepang, hanya saja dengan penyajian bumbu khas lokal, seperti jeruk cui, kemangi, dan tumisan bawang serta cabai.

Gohu ikan biasa disajikan dengan ikan tuna segar yang dipotong kecil lalu “dimatangkan” oleh perasan jeruk cui atau nipi-nipi. Perpaduan bawang merah, cabai, dan sedikit minyak kelapa panas memberikan aroma khas yang langsung memancing selera. Karena tidak dimasak lama, nilai gizinya tetap maksimal. Bisa jadi alternatif pengganti makanan sehat ala Barat. Gohu ikan juga memberikan pengalaman makan segar khas Nusantara yang sama sehatnya-bahkan lebih autentik.
Berbeda dari gohu ikan, ada juga hidangan simpel yang tak kalah sehat, plecing kangkung khas Lombok. Menu ini bisa jadi pilihan menu sehat awal tahun yang ringan dan menyegarkan. Rebusan sayur kangkung yang segar disiram dengan sambal terasi dan tomat ulek yang melimpah. Beri sedikit sentuhan jeruk limau yang segar serta taburan kacang tanah renyah, menciptakan perpaduan rasa pedas, asam, dan gurih membuat ketagihan. Membuat hidangan sederhana berserat tinggi ini tetap sempurna untuk dinikmati.

Setelah rangkaian hidangan gurih, tentu butuh sajian untuk menutup santap dengan ringan. Rujak buah menjadi pilihan terbaik untuk pilihan menu sehat. Bayangkan campuran buah papaya muda, mangga, kedondong, bengkuang nanas, jambu air, hingga mentimun dalam satu piring menawarkan sensas segar sulit ditolak.
Tak juga membutuhkan gula tambahan dalam jumlah besar, rasa manis alami buah dipadu sambal rujak dari olahan gula aren dan cabai menciptakan rasa manis-pedas yang seimbang. Sebagai pencuci mulut, rujak buah jelas memberi kenikmatan tanpa rasa bersalah, pas untuk Anda yang memiliki resolusi mengurangi hidangan penutup berkalori tinggi.

Memulai hidup sehat tidak harus identik dengan menu mahal atau pola makan yang terlalu kaku. Indonesia memiliki banyak pilihan makanan tradisional yang mendukung gaya hidup lebih baik, dengan bahan yang mudah ditemukan dan proses yang ramah dapur rumah. Melalui hidangan-hidangan ini, kita belajar bahwa sehat adalah soal kembali pada kesederhanaan, menghargai bahan segar, memasak seperlunya, dan menikmatinya dengan penuh kesadaran. Awal tahun memberi kita alasan untuk memulai, dan kebiasaan kecil seperti memilih makanan yang baik bisa menjadi langkah nyata menuju tahun yang lebih seimbang.